Apa Itu Kwitansi?

By | April 14, 2018

Menjadi sebuah hal yang penting untuk membuktikan sebuah pembayaran. Jika tidak ada bukti yang kuat, akan sangat membuka kemungkinan ada pihak yang berbuat curang dalam bermasalah dengan uang. Kwitansi menjadi alat yang efektif dan terbaik untuk dijadikan bukti sebuah pembayaran yang sah. Anda tidak akan tertipu ataupun rugi jika menggunakan alat ini sebagai bukti pembayaran Anda.

Alat bukti pembayaran paling terkenal ini adalah sebuah surat atau dokumen yang ditandatangani oleh penerima uang dan diberikan kepada si pembayar untuk dijadikan acuan bukti utama transaksi yang telah dijalankan. Lebih mudahnya jika Anda adalah seorang penjual, Anda wajib memiliki barang ini agar nantinya jika terjadi sebuah ketidak selarasan komunikasi dengan pembeli, Anda dapat menggunakan bukti ini sebagai alasan kuat Anda mempertahankan argumen Anda.

Bukti Transaksi Yang Legal

Untuk lebih mengenalnya lebih dalam, Anda harus punya gambaran dan pengetahuan mengenai ciri-ciri dan apa saja unsur yang ada di dalamnya. Tentunya tidak mau kan jika nantinya tertipu karena Anda tidak tahu isi dan ciri-ciri dari kwitansi yang Anda gunakan sebagai alat tanda bukti pembayaran Anda. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai alat bukti pembayaran ini.

Yang pertama dari bentuknya, dibagi menjadi dua bagian, yaitu diantaranya bagian kiri yang disebut dengan Sub Dokumen. Bagian kiri ini diperuntukkan kepada si penerima uang. Lalu Anda potong di bagian tengah, dan bagian kanan diperuntukkan untuk pemberi uang atau pembayar. Jadi, dari kedua belah pihak memiliki masing-masing satu bukti pembayaran yang sama dan sah.

Kedua, adapun bentuk yang dibuat rangkap. Pada jenis bentuk ini, bagian atas atau bagian asli dokumen diberikan kepada si pembayar. Lalu pada bagian bawah dokumen diberikan kepada si penerima uang sebagai arsip legalnya.

Lalu yang ketiga, tentunya dokumen memiliki ciri informasi di dalamnya. Namanya juga sebuah bukti, terlebih lagi bukti pembayaran, maka informasi yang dimuat pun juga mengenai nominal dan ketentuan perjanjian. Isinya sebagai berikut, nama lengkap pemberi uang, jumlah uang yang dibayarkan dalam bentuk angka maupun huruf, tempat atau tanggal transaksi, dan nama lengkap serta tanda tangan penerima. Dengan begitu Anda akan melakukan transaksi menggunakan kwitansi yang baik dan benar.