Dua Komponen Penting Dalam Membangun Desa

By | April 2, 2018

Indonesia merupakan Negara pemerintahan demokrasi yang dipimpin oleh seorang Presiden. Meskipun demikian, pemegang keputusan paling tinggi masih berada di tangan rakyat karena Ideologi Indonesia adalah Pancasila di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Pemerintahan yang besar ini, terdiri dari pemerintahan paling bawah yaitu pemerintahan desa yang kemudian disusul pemerintahan yang lebih tinggi hingga ke pemerintahan pusat. Sebagai bagian dari pemerintahan Indonesia, desa juga harus diperhatikan oleh pemerintah pusat.

Membangun Desa Dengan Memaksimalkan Dua Komponen Penting

Dianggap sebagai sistem pemerintahan yang paling rendah di dalam suatu Negara, desa tetap menjadi bagian dari Negara Indonesia. pemerintah tidak bisa hanya memfokuskan pembangunan di daerah perkotaan karena masyarakat desa juga masih menjadi bagian dari Negara yang memiliki hak sama. Oleh karena itu pemerintah pusat menggunakan dan mencoba memaksimalkan desa dengan menggunakan dua komponen penting. Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah desa untuk membangun desa yang lebih maju lagi. Berikut ini dua komponen penting tersebut.

  1. Pengelolaan anggaran

Untuk memajukan suatu daerah, hal pertama yang dibutuhkan adalah modal. Pemerintah pusat bertanggung jawab mendanai pemajuan infrastruktur yang ada di desa. Dengan adanya pengelolaan anggaran tersebut, Masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk menjalankan usaha mereka. seperti yang kita tahu bahwa desa memiliki kekayaan alam yang melimpah. Dengan adanya pendanaan yang tepat, kekayaan alam tersebut dapat dihasilkan secara maksimal. Kemudian menjadi tugas pemerintahan desa untuk mengatur anggaran desa yang didapat dari pemerintah pusat dan anggaran sendiri yang dimiliki desa.

  1. Pemberdayaan masyarakat

Dilihat dari banyak faktor seperti kebiasaan, pekerjaan, dan pendidikan, masyarakat pedesaan dan perkotaan memang memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Kebiasaan yang berbeda tentu saja menghasilkan pola pikir yang berbeda. Mayoritas masyarakat desa cenderung memiliki pemikiran stagnan dan kurang memikirkan kemungkinan jangka panjang.

Terlebih dengan adanya infrastruktur baru di desa pasti membuat mereka tidak terbiasa. Sudah menjadi tugas pemerintahan desa untuk melakukan banyak sosialisasi kepada masyarakat desa tentang hal tersebut. sosialisasi juga tidak hanya seputar infrastruktur baru, namun juga bagaimana cara efisien untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada secara maksimal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Berdesa.com menjelaskan lebih rinci mengenai hal tersebut.