Perjuangan Arif Rachmat Dalam Membangun Industri Sawit

By | June 19, 2018

Potensi kenaikan permintaan minyak kelapa sawit (CPO) wilayah Asia, terutama India dan China, jadi celah pertumbuhan perusahaan perkebunan Indonesia tahun ini. Termasuk, PT Sawit Sumbermas Tbk (SSMS). Tambah lagi, implementasi program biodiesel dari pemerintah Indonesia dan Malaysia siap mendorong permintaan CPO. Foto: Dok.Sawit Sumbermas

Nama Arif Rachmat Triputra memang kini semakin mencuat dengan terpilihnya beliau sebagai Indonesia Most Admired CEO tahun 2017 lalu. Arif Rachmat adalah CEO dari salah satu perusahaan yang bernaung pada Triputra Group dan bermain pada sektor perkebunan kelapa sawit. Penghargaan dari pemerintah merupakan wujud apresiasi dari kiprahnya yang mampu membawa perusahaan Triputra Agro Persada mendapatkan untung berlipat.

Perjuangan Dalam Membangun Triputra Group

Arif Rachmat adalah putra dari pemilik Triputra Group yaitu Theodore Permadi Rachmat. Jika dilihat sekarang pastinya cukup menyenangkan dengan keberhasilan membangun perusahaan menjadi besar. Namun dalam perjuangan awalnya tidaklah semudah yang dibayangkan. Ayah dari Arif Rachmat mengatakan jika dulu ketika merintis perusahaan ini amatlah susah. Bahkan beliau sempat menjual salah satu perusahaan guna menopang pembiayaan perusahaan ini.

Hal yang sama juga didapatkan ketika Arif Rachmat memulai usaha kelapa sawitnya. Banyak sekali ujian yang dihadapi dalam proses perkembangannya. Berikut beberapa kendala yang dihadapi dalam pembuatan perusahaan PT Triputra Agro Persada oleh Arif Rachmat:

  • Salah beli lahan

Kendala pertama adalah kekeliruan dalam pembelian lahan. Arif Rachmat Triputra menuturkan jika banyak sekali kendala yang dialami dan salah satunya adalah kesalahan pembelian lahan. Lahan yang sudah dibeli ternyata tidak cocok untuk ditanami kelapa sawit. Hal tersebutlah yang sering membuat perusahaan jatuh-bangun.

  • Kebakaran hutan

Kendala kedua yang sering dihadapi adalah kebakaran hutan. Kebakaran hutan yang terjadi di sekitar area perkebunan pastinya akan berdampak pada tanaman sawit yang dimiliki. Dulu kebakaran hutan memang sering didapati. Kebiasaan warga sekitar yang menggunakan cara pembakaran hutan untuk membuat lahan menjadi penyebabnya. Namun kini PT Triputra Agro Persada rajin memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pembakaran hutan. Bahkan jika sebuah desa mampu menjaga kebakaran hutan akan diberi intensif. Cara ini terbukti cukup ampuh untuk menekan pembakaran hutan dilakukan.

  • Isu negatif dari negara luar

Arif Rachmat Triputra mengatakan jika banyak negara asing yang berupaya menghambat ekspor minyak kelapa sawit. Isu negatif tentang perusakan lingkungan menjadi salah satu penyebab dari negara asing menerapkan aturan ketat terhadap perdagangan CPO.