Sudah Mengenal Pendidikan Sejak Kecil

By | May 16, 2018

Sejak kecil kita sudah diajari berbagai macam hal oleh ibu kita dan orang-orang di sekitar kita. Bahkan semua itu sudah kita dapatkan sejak kita pertama kali bisa berkomunikasi dengan ibu kita, hingga akhirnya tiba waktunya bagi kita untuk mulai mengenyam bangku pendidikan. Ada orang yang memulainya dari kelompok bermain atau yang saat ini dikenal sebagai play group. Kemudian meningkat ke taman kanak-kanak, dan mulai masuk masa sekolah dasar selama 6 tahun, di mana kita mulai belajar berhitung. Ada perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan, dan bahkan mulai mengenal cara menghitung persen.

Matematika merupakan mata pelajaran yang mengasyikkan. Pada saat sekolah dasar, banyak anak-anak yang menganggap bahwa matematika itu adalah pelajaran favorit mereka. Namun bagi beberapa anak, matematika memang ukup sulit untuk dipahami, karena kemampuan masing-masing anak berbeda-beda. Pada saat sepeti itulah anak perlu diberikan motivasi.

Tingginya Tingkat Kesulitan Dalam Belajar

Pada saat jenjang pendidikan anak mulai mengalami peningkatan, maka tingkat kesulitan pada setiap mata pelajaran juga mengalami peningkatan. Materi yang diberikan pun menjadi semakin kompleks dengan mempertimbangkan kebutuhan pengetahuan bagi sang anak. Kita mungkin banyak mendengar tentang bagaimana para siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika dari hari ke hari. Apalagi ketika mengenal aljabar dan mulai mencoba untuk mengenal cara menghitung persen.

Hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah bagi beberapa siswa. Kembali ke masalah tingkat kemampuan siswa dalam memahami setiap mata pelajaran. Bahkan dalam satu kelas saja, kemampuan setiap siswa sudah jelas berbeda. Ada yang dengan mudahnya menyerap mata pelajaran. Ada juga yang kesulitan untuk mempelajari suatu mata pelajaran tertentu.

Di sinilah peran para pendidik untuk mengetahui potensi anak lebih jauh. Cobalah untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Ada anak yang pintar pada bidang seni, akan tetapi lemah dalam hal hitung-menghitung. Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika, terutama soal-soal seperti aljabar, penghitungan akar kuadrat, bahkan merasakan kesulitan mencari cara menghitung persen. Didiklah semaksimal mungkin agar mereka bisa.